| Dua Pilihan yang MEnyesatkan |
|
|
|
| Written by Siddiq Basid | |
| Tuesday, 04 November 2008 | |
|
Kadangkala saat kita ingin berdakwah, banyak hal yang kita pertimbangkan. Salah satunya adalah merasa keimanan kita kurang. Sebagian orang berkata, “Saya tidak memiliki kemampuan untuk menyeru manusia ke jalan Allah karena iman saya tipis”. Mengenai hal ini ulama berkata,”Janganlah seorang di antara kalian berkata bahwa dia tidak akan berdakwah di jalan Allah sampai imannya sempurna”. Orang yang berkata demikian berada di antara dua kemungkinan yang sama-sama buruk. Pertama, boleh jadi dia merasa imannya tidak sempurna sampai kematian menjemputnya. Dengan demikian, dia kehilangan kesempatan untuk mendapat pahala dari aktivitas dakwah. Kedua, mungkin saja suatu saat dia berkata, “Kini imanku telah sempurna”. Jika ini terjadi, sungguh, dia telah sesat dan menipu dirinya sendiri. Perhatikanlah bahwa tidak ada satupun dari dua pilihan yang bisa membawa kebaikan. Maka hanya ada satu pilihan bagi kita: memperbaiki diri sendiri dan di saat yang sama, mengajak orang lain menuju kebaikan. Dakwah dapat mencegah kita dari berbuat keji. Dakwah juga akan menghapus dosa kita, membuat kita memperoleh ridha-Nya,serta menjauhkan tubuh kita dari penyakit. Ingatlah pesan Rasulullah SAW, “Sampaikanlah walaupun satu ayat”. Disadur dan diubah seperlunya dari buku “Membaca Kisah Mengungkap Hikmah Teladan Para Nabi 1″ karangan Amru Khalid semoga tulisan di atas dapat menjadi renungan bagi anda semua yang membacanya dan utamanya bagi diri pribadi saya sendiri.Amin.
MARIKI DI' |
|
| Last Updated ( Tuesday, 04 November 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|




