| Maaf, kawan... |
|
|
|
| Written by uphy | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Monday, 15 September 2008 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Suatu ketika aku berkenalan dengan seorang yang baru aku kenal, ini terjadi kurang lebih 5 tahun yang lalu, namaku uphy kala itu aku masih duduk dibangku sekolah (SMA) disalah satu sekolah negeri di sebuah kabupaten kecil di SUL-SEL. Chandra itu nama anak laki-laki yang aku kenal, dia adalah senior saya waktu itu, anak yang memiliki segudang bakat dan aktif di bidang olahraga itu banyak menarik perhatian para wanita/remaja putri di sekolahku. Selang beberapa minggu setelah aku telah menginjak sekolah selama seminggu(maklum siswa baru saat itu) dia datang berkenalan denganku… saya pun dengan senang hati berkenalan dengan senior yang menjadi idaman teman-temanku,. Sebulan kemudian aku diajak untuk mengikuti Ekskul volley dimana dia sebagai pendamping, ketika itu aku tidak begitu menanggapi ajakannya karena aku tidak begitu suka dengan olah raga, selama aku dekat dengan Chandra ternyata banyak mata yang selalu mengintaiku seakan-akan mau mencengkramku maklum orang yang di taksir oleh seluruh wanita disekolahku dekat dengan aku yang hanya siswa baru yang mereka anggap hanya anak ingusan yang baru mau belajar merangkak. Suatu saat aku didatangi oleh senior perempuanku dan melabrakku habis-habisan. Aku pun diancam agar tidak mendekati Chandra lagi, akupun menurut dengan apa yang dikatakan oleh senior yang disegani oleh semua angkatanku. Setiap kali Chandra menghubungiku akupun mengambil berjuta alasan untuk menghindarinya karena selalu terbayang-bayan kalau-kalau aku kedapatan oleh senior yang telah mengancamku,sampai suatu ketika Chandra marah dan berjanji tidak akan menggangguku lagi, aku langsung sedih dan kecewa atas ucapannya tapi itulah konsekuensi yang harus aku terima dari perbuatanku sendiri. Setelah beberapa tahun sebelum penammatan aku datang meminta maaf dan menjelaskan semua duduk perkaranya. Chandra pun memaafkan saya tapi dia meminta maaf kembali kepada saya karena dia akan pergi untuk pendidikan di luar kota. Setelah 1 tahun lamanya dia pendidikan di luar kota dia kembali untuk berjumpa dengan teman-temannya dan menemui saya untuk izin karena dia ditugaskan diluar kota,beberapa hari kita berjalan untuk mengenang kebersamaan serasa kita mau berpisah untuk selama-lamanya. Setelah beberapa bulan penammatan saya pun beranjak ke Makassar dan di terima di salah universitas negri di Makassar, saya mendapat berita kalau Chandra di rawat di rumah sakit akibat salah tikam oleh salah satu warga yang anarkis. Ketika itu saya langsung panik dan entah apa yang ingin aku lakukan karena kepanikan yang amat aku rasakan itu seakan-akan sebagian dari nyawaku sendiri hilang. Chandra sudah aku anggap saudara, teman, kakak yang baik buat seorang adik yang sangat manja seperti aku yang memang di keluarga karena aku sendiri anak perempuan yang emang dasarnya sangat manja. Setelah beberapa waktu ketika telah menenangkan diri, aku langsung beranjak dari kampus menuju ke salah satu rumah sakit yang berada dimakassar. Setelah sampai di rumah sakit saya telah melihat orang tua Chandra yang berharap-harap cemas, saya mendekati ibunya dan bertanya keadaan Chandra sejauh mana. Dan ketika saya mendengar jawaban dari ibunya saya terkulai lemas karena teman, kakak, dan sahabat saya ternyata dirawat di ICU, aku langsung kaget dengan ucapan ayah Chandra kalau dia udah tiga hari ini koma’(tidak sadarkan diri)”YA…ALLAH kenapa ini terjadi dengan orang yang aku sayang…. Ketika ingin melihat kondisi Chandra saat itu salah satu perawat dirumah sakit tidak mengijinkan saya untuk menjenguk karena kondisi Chandra yang lemah, aku cuman bisa bersabar dan berencana untuk kembali esok hari, tapi sebelum aku beranjak dari rumah sakit aku sempat berdoa untuk kesembuhan kakakku, dan pamitan dengan orang tua Chandra. Keesokan harinya setelah berencana untuk menjenguk Chandra kembali, aku dikagetkan dengan deringan telephone yang berasal dari sahabat aku sendiri yang kebetulan ditempatkan di tempat yang sama dengan Chandra, dia memberi kabar kalau Chandra udah ngak ada!!!! Spontan aku meneteskan air mata, aku sangat menyesal kenapa waktu itu aku tidak menuggu sampai Chandra sadar, kenapa aku tidak ada disampingnya saat terakhirnya. Aku hanya bisa menangisi penyesalanku…. Aku hanya bisa mengucapkan SELAMAT JALAN SAHABAT, KAKAK TERBAIKKU, maafkan aku atas perbuata yang pernah menyakitimu… Slamat jalan kakak…. Smoga kamu diterima disisi ALLAH s.w.t Kepergianmu telah membuatku mengerti arti ketulusan… Hanya karenamu aku mengerti apa arti kasih sayang yang tulus… Terima kasih saudaraku, engkau my superhero… Hidupku terasa lebih berarti setelah aku mengenalmu dan pesan-pesanmu akan aku ingat untuk selama-lamanya, terutama hormat dan cinta dengan orang tua, yang paling penting berbakti kepada orang tua. Thank atas pesan-pesan yang sangat berarti buatku….
Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Monday, 15 September 2008 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|





