Aku Hendak Pindah Rumah PDF Print E-mail
Written by Ally   
Sunday, 25 May 2008

Image Aku Hendak Pilih Rumah, judul buku yang juga merupakan judul salah satu puisi yang tertulis di dalamnya, dikemas menjadi sebuah perjalanan singkat menelusuri setiap sudut di sebuah rumah. Di mulai dari taman depan sampai taman belakang, melalui beberapa pintu berlainan.


Engkau selalu sengaja memilih busana yang sederhana

agar kecantikanmu tidak karam ke dalam kemewahan

Aku selalu sengaja memilih bahasa yang bersahaja saja

agar makna sajakku tidak lenyap diperangkap ungkapan


Kata-kata di atas menjadi jaminan, saya tidak akan tersesat didalamnya dan tanpa ragu saya pun mulai melangkah masuk melalui pintu pertama, pintu lama, pintu kenangan. Tetesan hujan dan pepohonan menyimpan banyak cerita tentang para penghuninya. Dengan mudah saya memahami setiap rasa yang tersimpan dalam setiap kisah yang penuh kenangan berarti. Terdapat cerita tentang kepergian beberapa orang terdekat yang menimbulkan rasa haru bahkan cerita yang tak jarang membuat saya tersenyum simpul. seperti


Berpindah ke pintu berikutnya, pintu hati, pintu persembunyian. Pohon dan tetesan hujan masih ada di dalamnya. Cerita kini berkisah tentang seorang sosok wanita yang terlihat sangat tegar walau luka dan rasa sepi seperti tak berhenti merajam di setiap detik kehidupannya. Yang tak berhenti membuat saya kagum adalah kasih sayang yang tak pernah pupus pada orang-orang di sekelilingnya, seakan tak peduli dengan semua kepedihan. Membuat saya teringat lagu Iwan Fals yang bertajuk Ibu.


Pintu baru, pintu kegaduhan mempunyai beberapa cerita yang unik. Pengemasan kata-kata yang beragam membuat semua puisi seakan berbicara bahakn tak sdikit yang berteriak meneriakkan sesuatu yang selama ini telah lama dipendamnya.


Pintu berikutnya adalah pintu waktu, pintu perjalanan. Terdapat beberapa baik singkat yang ditulis di setiap kota yang disinggahi Aan dalam beberapa kesempatan dan dirangkain menjadi satu puisi. Tak banyak yang dapat saya ceritakan mengenai mengenai tulisan tulisan di dalamnya. Mungkin karena terlalu lama bermain di ruangan sebelumnya. Sehingga saya menjadi benar-benar kesusahan untuk mengeja setiap kata di dalamnya.


Dan sampailah saya di taman belakang. Saya kembali tersenyum membaca kalimat yang memang tersusun dari kata-kata yang sederhana namun menjadi penutup yang

manis. Tak salah jika dalam salah satu puisi dalam buku ini tertulis:

“Kalimat yang suka berdandan tidak pernah cantik, bukan?”

 

Aku Hendak Pindah Rumah

Penulis: M.Aan Mansyur

Editor: Hasan Hapsahani

Penerbit: Nala Cipta Litera

Cetakan: I, Februari 2008

Tebal: 180 hal

 

 


Comments
Add New Search
Ad   |2008-07-24 14:59:00
belum baca..
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Wednesday, 16 July 2008 )
 
< Prev   Next >