| 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008 |
|
|
|
| Written by Ally | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Thursday, 10 April 2008 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sebuah buku yang berisi antologi puisi bukan hal yang baru
lagi. Puluhan bahkan ratusan buku telah diterbitkan dan sekarang sedang
berdesakan di salah satu rak toko buku. Bagi seseorang yang hanya mengenal
dunia puisi dari sisi luar, saya tak melihat perbedaan berarti dari satu buku
dengan buku yang lain. Namun begitu membaca judul buku ini,100 PUISI
100 Puisi
Anugrah Sastra Pena Kencana Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan : I, Februari 2008 Tebal: 264 hal
Di dalam sebua pejam
Kunang-kunang itu melanglang mencari sepasang
Dan engkau menyangka kunang-kunang
Namun pada saatnya engkau akan tahu
Sebuah buku yang berisi antologi puisi bukan hal yang baru
lagi. Puluhan bahkan ratusan buku telah diterbitkan dan sekarang sedang
berdesakan di salah satu rak toko buku. Bagi seseorang yang hanya mengenal
dunia puisi dari sisi luar, saya tak melihat perbedaan berarti dari satu buku
dengan buku yang lain. Namun begitu membaca judul buku ini,100 PUISI Berangkat dari realita mengenai apresiasi yang didapatkan oleh seorang sastrawan maupun panjangnya jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan penghargaan bergengsi seperti Khatulistiwa Literary Award, tercetuslah Anugerah Sastra Pena Kencana, sebuah penghargaan yang ini lebih memartabatkan para sastrawan.
Penghargaan yang juga diberikan pada cerpen ini mulai
mengumpulkan karya-karya yang diterbitkan beberapa Sangat disayangkan tak ada penjelasan lebih lanjut mengenai kriteria yang dilihat dari suatu puisi sehingga pantas masuk jajaran puisi terbaik. Sebagai orang yang masih berdiri di luar dunia puisi maupun sajak ini merasa perlu untuk mengetahui hal – hal itu. Mengingat beberapa puisi-puisi didalamnya tak lagi terikat dengan aturan yang dulu saya pelajari dibangku sekolah. Ataukah aturan aturan itu telah lama ditinggalkan? Sehingga setiap penyair dengan bebas mengekspresikan pikirannnya dalam kata-kata pilihan yang kemudian membuat saya kembali bertanya. Apa yang hendak disampaikan oleh sang penyair?
Memahami makna suatu puisi bukanlah hal yang mudah.
Terkadang saya harus membaca satu karya berulang-ulang hanya karena merasa
tersesat diantara baris-baris yang rasanya tidak memiliki keterkaitan satu sama
lain. Tak jarang puisi-puisi itu saya tinggalkan, tanpa mendapat satupun kata
yang dapat menggambarkan isinya. Mereka kemabli membuat saya kecewa. Pintu yang
saya ketuk tak juga terbuka. Untuk membesarkan hati, kembali saya ucapkan
mantera sakti yang saya dapatkan beberapa tahun lalu. Most people ignore
poetry because most poetry ignores people. Beruntung ada beberapa karya yang dengan ramahnya menyapa dan membiarkan saya masuk dan bermain sejenak didalamnya. Walaupun kebanyakan dari mereka menawarkan ramuan yang mencampur adukan kerinduan, kesepian bahkan kesedihan menjadi satu, saya tetap betah dibuatnya. Bahkan yang menceritakan kematian sekalipun. Puisi mereka bagaikan air yang saya temukan di gurun pasir. Pintu yang tadinya berdinding tebal dan tinggi akhirnya terbuka sedikit demi sedikit Ketika antalogi puisi itu sampai pada halaman terakhir, kembali membuat saya berpikir. Tak harus memaksakan diri untuk mencari ataupun memahami makna yang tersembunyi dari setiap puisi. Mungkin rajutan kata demi kata yang sulit dimengerti itulah yang menjadi ciri yang tak telepaskan dari sebuah puisi. Semua hal tersebut juga yang mengingatkan saya untuk terus belajar.
Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Wednesday, 16 July 2008 ) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|



Sebuah buku yang berisi antologi puisi bukan hal yang baru
lagi. Puluhan bahkan ratusan buku telah diterbitkan dan sekarang sedang
berdesakan di salah satu rak toko buku. Bagi seseorang yang hanya mengenal
dunia puisi dari sisi luar, saya tak melihat perbedaan berarti dari satu buku
dengan buku yang lain. Namun begitu membaca judul buku ini,100 PUISI 