Subyektivitas Saya tentang Blogger AM “de-Bat dan IQ” PDF Print E-mail
Written by Kamaruddin Azis   
Thursday, 03 April 2008

Saya “pengen” mereview dua blog kawan baik saya walau dari meja redaksi AM saya diminta untuk mereview de-Bat namun saya memohon dengan sangat (sambil berlutut) untuk bisa mengomentari blognya i-rara.com, dedengkot itu kesiang…hihi.

Berikut adalah catatan sekaligus subyektivitas saya:


AMRIL TAUFIK GOBEL (http://daengbattala.com)

Image 

[ DB dan Pilihan Templat ]

DB memilih templat yang sederhana, sangat sederhana. Jika disebut sederhana itu karena posisi dari berbagai “kotak-kotak” terkesan sederhana atau simple. Penggunaan warna juga sangat monoton. Namun ini tidak menunjukkan bahwa templatnya tidak menarik. Dengan tempat ini, membaca tulisan DB nampaknya sangat nyaman dan tidak ada yang mengganggu konsentrasi. Penggunaan font dan ukuran hurupnya saya menganggapnya masih perlu diperkecil font 10 nampaknya cocok.

Apakah karena lebar font mengikut ukuran lebar badan?.

Di templat itu, bertengger salah satu karya kawan kelas saya waktu SMA, Andi Ahmad Makkasau teman lama yang juga satu sekolah di Maros. Iya toh DB?. AAM ini adalah salah satu maestro karikatur alumni Fak Teknik Unhas yang juga bidannya Channel 9. Wadah dimana deBat mulai mempertegas eksistensi dirinya sebagai journalist (lagi) Toh DB?. Templat sederhana itu diisi karikatur yang menakjubkan dan hepi banget. De-Bat  berhasil mengoptimalkan jaringannya untuk memberi nilai lebih pada tampilan blognya.

[ DE-bat dalam memilih Topik ]

DB memilih topik? Loh, dia kan sudah Taufik? Hahahah. Kidding bro! Sederhana, ya cerita-cerita sederhana namun sangat akrab dengan kita, dengan keseharian kita, keseharian pembaca. Juga, kerap mengangkat kenangan, memory yang menawarkan senyum mengembang setelah membacanya. (hanya pembaca sariawan yang ndak mau ketawa)

Topik atau tema yang diangkat banyak yang berkaitan dengan kesehariannya, kejadian yang memberikan pembelajaran bagi dirinya dan keluarganya. Melalui blog, DB merefleksikannya, ya disinilah kelebihan DB yang bisa memancing minat dan antusiasme yang kuat. Beberapa analisis faktual juga pernah saya abaca misalnya tentang bagaimana bekerja efektif dan praktis dengan apa yang menjadi fokus atau tuntutan pekerjaan.

Selain itu, DB juga punya minat pada pembelajaran masa lalu, tentang kenangan dan refleksi atas perubahan-perubahan zaman, tentang pentingnya menakar progress kita sebagai manusia biasa. Lewat blognya semua yang ditulisnya jika ditelaah lebih jauh adalah pembelajaran. Tidak ada yang sia-sia.

Di rumahnya, DB bisa mengeksplorasi sisi psikologis pembaca, DB dari mengeksplorasi cerita-cerita seputar rumah dan dinamika didalamnya menjadi pembelajaran buat pembaca. Rumah adalah lingkungan yang paling mendekatkan emosi pembaca. DB memahami bahwa inilah momentum yang paling tepat untuk mengkespresikan suka dukanya agar pembaca bisa terbawa secara emosional.

Enaknya, karena cara mengangkat topik sangat matang (saya menyebut matang dengan tegas) matang. Ini dari perspektif manuasia diewasa yang memang sangat memahami dinamika berkeluarga.

Bobot tulisannya tidak bisa dipisahkan dari pengalamannya sebagai journalist kawakan, sebagai orang eksak yang mantan wartawan, gaya menulis DB sangat menggambarkan permainan pesan yang variatif, imajinatif, informatif dan segar. Walau menyebut dirinya lugu, Amril Taufik Gobel, adalah aliran canda tawa dan keterusterangan. Walau saya belum pernah bertemu langsung dan ngobrol, saya bisa menangkap aura dan keramahannya plus tentu saja dengan celoteh dan kelucuannya.

Berbanggalah kita sebagai kawannya yang bisa mengata-ngatai walau saya tahu beliau lebih banyak mengecap dinamika organisasi di kampus, di lingkungannya. Lelaki kelahiran tahun 9 April 1970 ini sepertinya bisa menempatkan diri dengan apik pada lingkungan dimana saja. Ini karena pengalaman organisasi dan tentu saja kemampuan analitiknya pada dunia yang cepat berubah ini. Dan, hal-hal tersebut dapat dijumpai dan dirasakan di blognya.

“Battala” dalam bahasa Makassar berarti “Berat”. Saya tidak melihatnya dalam konteks kata tetapi substansinya adalah “battala” sebagai refleksi bahwa dalam kehidupan yang semakin berat ini, beliau memandangnya sebagai “field of smiles” ladang dimana kita bisa menyemai canda tawa. Saya yakin bahwa DB adalah figur yang bisa membuat kekakuan menjadi cair bagai, kopi yang dingin menjadi cappuccino yang multi rasa. Lelaki dengan dua orang anak sebagai hasil pernikahannya dengan Sri Lestari berbobot 95 kg. Ah beneran? Ya, ember. Maksudnya emang sih ya, untuk kategori segitu cukup battala sih.

Melalui blognya, DB berhasil mengekspresikan kisah, pengalaman, pembelajaran dan sisi kelucuannya. Saya pernah baca salah satu kisah lawasnya yang membuat saya berkesimpulan bahwa DB sangat menghargai kebaikan dan niat baik. Seingat saya dulu ada tulisannya tentang, menonton film bersama kawannya dan menggunakan sarung yang baunya minta ampun di studio mentereng dan sangat kota. Itu menarik karena orang-orang disekitarnya tertawa. DB adalah lelaki periang. DB merefleksikan cerita ini bagai memancing sugesti tentang perlunya memandang hidup dengan pendekatan take it easy, permudah dan ngapain perlu njlimet? Iyya toh?

Seperti DB saya menyukai cerita kanak kanak, yang direfleksikan dari kedua anaknya yang ceria dan menggemaskan. Dengan penggambaran yang ceria, tidak jarang semua yang menjadi kesediahn menjadi biasa dan kerap menjadi sisi yang lucu dan menarik. DB nampaknya akan selalu berusaha mengungkapkan catatan-catatannya sebagai refleksi batinnya dan daya imajinasinya. Sebagai kawan-kawan saya menaruh respek pada minat dan sifat telatennya. Pesan saya, silakan eksplor cerita-cerita personal plus dinamika keluarga demi pembelajaran sosial. Narsis boleh, minimalkan calla…. :D

Drg IRAYANI QUEENCYPUTRI http://i-rara.com/ (IQ)

Image 

(Rara, mohon maaf review ini saya sudah buat sejak bulan lalu, berharap lebih banyak yang saya kaka-katai namun due date rupanya tidak mau kompromi)

Wanita dewasa ini, adalah “queen maker”nya blogging di Makassar. No wonder IQ adalah pioneer dan sekaligus inspiratior bagi akumulasi ide dan semangat kebersamaan sesama blogger Makassar. Melalui www.angingmammiri.org yang fenomenal itu kiprah dokter gigi baru ini seakan menjadi bunga mekar yang semerbak dan merekleksikan gairah baru melalui blog bagi bunga-bunga yang masih kuncup, bahkan yang sedang ditanam atau mungkin yang pernah layu. Melalui blogging, ceria selalu lebih banyak menyertaimu.

Mengenal wanita dewasa ini, saya ingat salah satu postingannya: “Sekarang, my name is drg. Irayani Queencyputri, SKG. Saya kira tulisan itu adalah ekspresi kebahagiaan, setelah sekian lama (emang lama?) menimba ilmu kedokteran gigi pada salah satu universitas hebat di Indonesia timur. Dengan blog, sepertinya IQ sangat ingin membahagiakan orang dengan cerita cerita seru dan tak terduga.

Saya yakin, wanita yang satu ini sangat ingin selalu berbagai kebahagiaan pada komunitasnya. Beruntung bahwa IQ selalu punya kesempatan untuk menjenguk blonya. Pastinya, IQ rajin mengupdate blognya dan “nyepam” (sepertinya kebiasaan yang satu ini belakangan aja). IQ selalu menunjukkan updatenya dibawah setting emailnya ketika dia berinteraksi dengan komunitasnya.

Ituji? Satu lagi, IQ sangat jujur dengan dirinya. Inilah yang bisa bermakna ganda bagi siapa saja yang membacanya. Bagi kawan-kawan pada komunitas Anging Mammiri Makassar IQ telah menjadi icon, saya berasumsi bahwa banyak blogger melihat templatnya sebagai kiblat. Blognya telah menjadi insprasi bagi blog lain. Sayapun masuk didalamnya. Blog dengan dasar hitam dan header yang impressive, adakah fakta bahwa IQ mempunyai talenta yang hebat dalam menarik dalam merangkul sisi solidaritas sesama blog.

IQ dan pilihan TEMPLAT

Saya menyukai konsistensinya, dengan dasar template berwarna hitam saya menangkap kesan yang kuat dan konsistensi. Dengan header yang relatif mencolok mata, sy belum pernah melihat templat ini berubah, kalaupun ada tambahan itu hanya artificial dan temporer. Yang menarik saya kira, selain bentuk templatnya adalah jumlah kategori dan blogrollnya yang bejibun pertanda IQ mempunyai keluasan cakrawala dan jaringan yang kuat.

Saya memaknai headernya sebagai sebuah spirit yang kuat untuk berbagi. Berjabat tangan dan berbagi. Intinya, gambar headernya adalah kebersamaan dan tersimpan gairah (passion) untuk berbagi.

IQ dan Topik:

Simple aja, jika melihat blognya dimana dijumpai 32 kategori bacaan, menandakan luasnya cakrawala pikir dan minatnya pada berbagai issu, selain fokusnya sebagai dokter gigi juga beberapa issu kesehatan dan sosial. Berbagai issu sosial dan profesinya kerap menjadi tumpahan ide-idenya. Selain itu, terdapat 70 blogroll yang menjadi sparring partnernya untuk berbagi dan memperkaya khasanah ide dan pengalamannya.

Pengalamannya di dunia maya, seakan Bayangkan betapa blog IQ adalah pentahbisan atas pengalaman menulis dan variatifnya pengunjungan. Saya menulis review ini ketika visitorsnya mencapai 46,883 orang.

Gaya menulis:

Saya menyebut gaya menulisnya sebagai ala lepas perfectionist, kenapa? IQ menulis dengan efektif antara menyampaikan ide dan fakta plus menggalang solusi dari pembaca. Jika melihat bobot tulisannya saya selalu mendapat closing yang bagus dan valuable. Selalu ada pesan-pesan menarik dan menyentuh. Pertanyaan mungkin bisa muncul dari benak blogger yang membacanya karena ada beberapa pertanyaan terbuka, terkait bagaimana? Menurut anda? Cara dialog seperti ini karena dapat memancing minat dan daya kritis pembaca dan yang pasti dapat memberikan umpan balik pada kolom komentar. Komunikasi dua arah juga berkembang dengan baik di blognya. Dan, IQ telah menikmatinya.

Coba tengok:

Quotes:

……because all my burden suddenly gone seeing him…….I hope this writing can encourage my dear friend who really in deep pain. And many more

Saya sangat beruntung, bahwa words saya menjadi inspirasinya untuk diposting di blognya. Tidak banyak kata dan kalimat namun kesan yang ditimbulkan sangat dalam. Itu menjelaskan betapa kita perlu introspeksi, merenung dan bernafas dengan teratur demi menyamankan diri. Saya tidak begitu paham dengan motivasi spesifiknya tetapi intinya, IQ menunjukkan kepada pembaca bahwa dia perlu kontemplasi. Sangat manusiawi. Coba tengok postingan pada January 20th, 2008 at 6:12 am

Selebihnya, dinamika di dalam blognya sangat variatif ditandai oleh kategorinya tulisannya yang lumayan banyak yang dapat menjadi lumbung informasi dan pembelajaran bagi readers. Blog itu, oleh IQ adalah lingkungan ekspresif yang paling memahami ekspresinya. Senang dan susah, gamang dan gemas dan satu lagi yang sering muncul di blognya ekspresi yang meledak-ledak (hahhaha…..sorry sista).

IQ juga paham bahwa ngeblog merupakan hal yang paling pas buatnya untuk mengkespresikan suka dukanya. Jika DB mampu menarik sisi piskologis pembaca maka IQ mampu mengeksplorasi sisi analitik pembaca, IQ sangat mampun mengeksplorasi daya kirits (ini tergantung apakah pembaca mau berpikir atau tidak). Tapi menurut saya setiap membaca postingannya selalu memberi pertanyaan. And? What next?

Comments
Add New Search
Fitri Ananda Baso  - Gimana caranya join di Komunitas ta'?   |2008-06-17 05:09:37
Assalamu'alaikum.



Aga karebatta?
Baji-bajijaki'?
Saya, Fitri Ananda
Baso, mahasiswa UNM.
Saya tertarik
menjadi bagian dari
komunitas ini.
Gimana caranya ya?
Kalau pun tidak
bisa, ya... nda'
apa-apa, tapi saya
boleh ji minta ilmu
ta' toh?! Please,
kodong!

Thank you...



Wassalam.



Sincerely,



FitriAB
r-a-r-a  - lho gampang saja     |2008-06-17 07:36:49
join?

tinggal daftar saja
kok

Semua infonya ada
di
http://www.angingmam
miri.org/portal/cont
ent/blogca
tegory/45/79/

Dibaca-baca yah..
ditunggu gabungnya
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 03 April 2008 )
 
< Prev   Next >