Komunitas Blogger Makassar

Setup Domain web.id Ke Blogspot atau Blogger

April 6th, 2008 by musikji

Nama adalah identitas pribadi yang melekat pada sesuatu. Jadi jika sesuatu itu berkesan dan bermanfaat , maka sangatlah mudah untuk mengingat apa atau siapa sih namanya. Sama seperti blog. Jika nama domain blogger anda saat ini adalah www.namasaya.blogspot.com mungkin terlalu panjang dan susah diingat bagi orang awam. Olehnya itu anda ingin merubahnya menjadi www.namasaya.web.id (atau domain lain yang berekstensi or.id, co.id, net.id dan lain-lain)

Nah bagaimana caranya mengubah Blog anda dari www.namasaya.blogspot.com menjadi www.namasaya.web.id? Contoh website yang menggunakan cara ini adalah www.ebsfm.web.id
Selain domain resmi, keamanan juga lebih mantap blom lagi yang hostignya yang TIDAK ADA MATINYA, Google gituloh yang punya. Tunggu apalagi…. buruan….

Mau tau ngga caranya?
Baik, secara garis besar langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Dapatkan Domain dot id contoh www.namasaya.web.id atau yang lain misal www.namasaya.co.id.
2. Mengelola Domain www.namasaya.web.id di situs penyedia DNS (Domain Name Server) www.dnspark.net. DNSPARK adalah salah satu penyedia DNS gratis.

Berikut daftar dns gratis rekomendasi google:
1. GoDaddy.com
2. ix web hosting
3. 1and1
4. EveryDNS.net
5. Yahoo!SmallBusiness
6. No-IP
7. DNS Park
Informasi lebih detail di sini
3. Setup Blog atau blogspot anda ke www.namasaya.web.id.

Aksi mulai dari 0 (nol):
1. Tentukan domain anda. Silahkan mengkhayalkan domain apa yang cocok untuk blog anda. Misalnya www.namasaya.web.id atau www.namaaku.web.id, atau www.namasaya.or.id. Ingat domain paling murah untuk Indonesia adalah web.id seharga Rp. 25.000. Melihat daftar harga dan persyaratan domain Indonesia di sini
2. Persiapkan fotocopy KTP atau SIM yang sudah di scanner
3.Mendapatkan Domain dot id

Silahkan mendaftar atau Registrasi domain di website PANDI www.register.net.id. Hingga artikel ini ditulis, website PANDI merekomendasikan membuka www.register.net.id di browser Mozilla Firefox. Jadi, jika anda membuka di Internet Explorer kemungkinan pendaftaran domain sering mengalami masalah. Jika anda sudah membuka website pandi, Silahkan mendaftar sebagai user atau pengguna baru.

UNTUK LEBIH LENGKAP DI SINI

Posted in Carita-caritana | No Comments »

Setup Domain web.id Ke Blogspot atau Blogger

April 6th, 2008 by musikji

Nama adalah identitas pribadi yang melekat pada sesuatu. Jadi jika sesuatu itu berkesan dan bermanfaat , maka sangatlah mudah untuk mengingat apa atau siapa sih namanya. Sama seperti blog. Jika nama domain blogger anda saat ini adalah www.namasaya.blogspot.com mungkin terlalu panjang dan susah diingat bagi orang awam. Olehnya itu anda ingin merubahnya menjadi www.namasaya.web.id (atau domain lain yang berekstensi or.id, co.id, net.id dan lain-lain)

Nah bagaimana caranya mengubah Blog anda dari www.namasaya.blogspot.com menjadi www.namasaya.web.id? Contoh website yang menggunakan cara ini adalah www.ebsfm.web.id
Selain domain resmi, keamanan juga lebih mantap blom lagi yang hostignya yang TIDAK ADA MATINYA, Google gituloh yang punya. Tunggu apalagi…. buruan….

Mau tau ngga caranya?
Baik, secara garis besar langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Dapatkan Domain dot id contoh www.namasaya.web.id atau yang lain misal www.namasaya.co.id.
2. Mengelola Domain www.namasaya.web.id di situs penyedia DNS (Domain Name Server) www.dnspark.net. DNSPARK adalah salah satu penyedia DNS gratis.

Berikut daftar dns gratis rekomendasi google:
1. GoDaddy.com
2. ix web hosting
3. 1and1
4. EveryDNS.net
5. Yahoo!SmallBusiness
6. No-IP
7. DNS Park
Informasi lebih detail di sini
3. Setup Blog atau blogspot anda ke www.namasaya.web.id.

Aksi mulai dari 0 (nol):
1. Tentukan domain anda. Silahkan mengkhayalkan domain apa yang cocok untuk blog anda. Misalnya www.namasaya.web.id atau www.namaaku.web.id, atau www.namasaya.or.id. Ingat domain paling murah untuk Indonesia adalah web.id seharga Rp. 25.000. Melihat daftar harga dan persyaratan domain Indonesia di sini
2. Persiapkan fotocopy KTP atau SIM yang sudah di scanner
3.Mendapatkan Domain dot id

Silahkan mendaftar atau Registrasi domain di website PANDI www.register.net.id. Hingga artikel ini ditulis, website PANDI merekomendasikan membuka www.register.net.id di browser Mozilla Firefox. Jadi, jika anda membuka di Internet Explorer kemungkinan pendaftaran domain sering mengalami masalah. Jika anda sudah membuka website pandi, Silahkan mendaftar sebagai user atau pengguna baru.

UNTUK LEBIH LENGKAP DI SINI

Posted in Carita-caritana | No Comments »

Game Indie Makassar, boleh coba?

February 14th, 2008 by musikji

Salam indie.
Satu lagi kreasi baru dari musikji productions. Mulai pertengahan bulan Pebruari ini, akan sedikit bergeser dari dunia musik. Namun demikian, tanpa musik, bukanlah musikji. Yups, tidak total di dunia musik, musikji masih hadir menghibur para indiers Makassar.

Jadi, apa dong. Tak jauh dari dunia entertainment koq. Mau tau? silahkan buka hasil kreasi musikji productions di blog kami di sini

Posted in Carita-caritana | No Comments »

Ternyata ada peluang usaha dengan modal Rp 0,-

November 23rd, 2007 by JB

Tak disangaka disaat seperti ini ada peluang usaha dengan modal Rp 0,-
Ngga percaya? Silahkan lihat di
Http://ww.klikdynasis.net/?id=JO564

Mudah-mudahan info ini ada manfaatnya bagi semua yang berkenan!

JB

Posted in Carita-caritana | No Comments »

Tentang (Makassar) Cubicle yang membesarkanku

July 31st, 2007 by abd_samad

Ditulis : abd.samad
e-mail : dekaitzer@yahoo.com

Menara Mulia, Jakarta , 31072007 ; 14:55 WIB

Tak mudah menghapus jejak kehidupan kita, apalagi ada kenangan yang tertoreh pada memori kita baik manis dan pahit.
Hingga tadi (ketika) makan siang, seorang teman kerja bertanya , “kok bisa kuliah di makassar ?” .
Teman kerja bilang juga ” Mungkin kamu salah mencantumkan nama kampus yang diminati ” , aku lantas menjawab ” tidak , aku tidak salah pilih “.

Makassar, salah satu cubicle yang telah memberi ruang untuk belajar, melihat dan menerima …. semua pelajaran kehidupan dan bersama amalannya.

” Cubicle ” , adalah istilah yang aku sering saat ini , yang berarti kotak atau tempat yang memisahkan kita secara fisik atau lingkungan , dan bisa diartikan lebih luas yakini tempat yang membatasi ruang kehidupan bisa jadi psikologis atau geographis (versi abd.samad) . Tapi, kita tak usah membahas tentang definisnya lebih lanjut karena saya pun bukan ahli bahasa.

Pendek cerita, 4 tahun lebih di terpa di Universitas Hasanuddin, “proses transfer ilmu” tentu proses yang harus dilewati , karena toh saya ke makassar untuk cari ilmu, itulah tujuan awalnya. Dari kampus ini banyak cerita bukan hanya ketika di bangku kuliah, tapi yang justu mewarnai aku adalah lingkungan diluar kuliah …tentang makassar, UNHAS, dan cubicle - cubicle kecil yang memberi kenangan psikologis luar biasa …

Banyak cerita yang dirangkum dalam diari kehidupan, tak bisa dipaparkan di sini satu persatu …

Hingga kemarin , aku bertemu sobat dari makassar yang sekarang berada di jakarta , ketika bertemu aku rasakan pelukan yang hangat , sehangat silahturahmi yang sangat mahal karena sudah lama tak berjumpa , kebetulan sobat ke Jakarta dalam rangka bisnis yang ia ingin kembangkan di makassar, aku mengutip ucapannya yang sangat dalam ” kalau semua ke Jakarta, siapa yang membesarkan makassar ” , aku tertunduk setelah mendengarkan ucapannya. Sebuah visi besar yang jarang keluar dari andrenalin anak muda dan di ucapkan pada waktu sadar …

Jakarta dan bekasi lebih mendominasi waktu hidupku, aku punya tautan yang sulit dilepaskan … 18 tahun lamanya, sebelum ke makassar .
Sambil mengawang dan penasaran , apa kontribusi kepada kota yang pernah membesarkan diri kita …

tentang cubicle ini …

Sebuah kota yang tidak kehabisan orang-orang cerdas yang memiliki karakter …
Disini juga banyak teman-teman yang tak pernah lelah memberikan goresan2an kebaikan …
dan tentu juga keluargaku yang tercinta …. yang masih mengharapkan kunjungan2ku ke kota ini …

Mudah2an makassar menjadi kota besar yang bisa setara dengan kota-kota besar di negara maju …
Sebuah optimisme yang harus di tanamkan di tengah carut marutnya bangsa ini …
Kota yang didalamnya banyak memilki energi berpikir, bahkan stylish petarung (bukan mass desktruktif)
saya menunggu sinerginye semua energi tersebut …

sedikit pesan yang agak tendensius , majulah tanpa Jakarta dan Indonesia … karena keduanya belum menunjukkan sebagai trendsetter yang baik.
you’ll see no sense to imitate them.

please interpert this message intelligently … hehehhe
of course it doesn’t mean, we try to seperate from Our Republic.

dari berbagi tulisan yang ada hikmahnya dan informasi nantiya membuat kita bisa menjadi pembuat kebijakan yang baik dalam kehidupan , minimal untuk diri sendiri ..

agak aneh memang tulisan ini bagi banyak orang, bagi saya belum tentu.

-s@m-
- Idle Engineer -
dalam rindu menyapa pagi di tanah angin mamiri

Posted in Carita-caritana | No Comments »

salam kenal ..

July 31st, 2007 by abd_samad

Hi all,

Assalamu’alaikum ..

salam kenal … senang bisa join di sini.

untuk profile-nya lihat di friendster : dekaitzer@yahoo.com

.. langkah ke seribu selalu dimulai dari langkah pertama …

br // abd.samad

Posted in Carita-caritana | No Comments »

Presiden, Aib, dan Sanksi Sosial

July 30th, 2007 by asnawin

Presiden, Aib, dan Sanksi Sosial

Oleh : Asnawin
email: asnawin@hotmail.com

WARUNG kopi di pojok jalan milik seorang keturunan Tionghoa itu, selalu ramai setiap hari. Tetapi Sabtu pagi hingga siang adalah puncaknya. Ada beberapa pejabat, pengusaha, mantan pejabat, serta beberapa orang tua keturunan Tionghoa yang hampir tidak pernah absen pada Sabtu pagi hingga siang.
Mereka selalu ceria bertemu pada hari Sabtu. Bahan obrolan mereka seolah-olah tidak pernah habis.
Pada Sabtu pekan lalu, beberapa di antara ‘pengunjung tetap’ itu kembali berkumpul. Mereka hanya memakai celana pendek, baju kaos, dan sepatu olahraga. Ada juga di antara mereka yang membawa handuk putih. Rupanya mereka baru saja pulang dari olahraga senam di pinggir pantai.
Seperti biasa, begitu mereka duduk, penjual koran langsung datang menawarkan koran. Mereka pun menyambutnya. Biasanya hanya satu dua orang yang membeli koran dan kemudian dijadikan bahan diskusi.
‘’Rupa-rupanya Presiden kita sudah marah,'’ kata lelaki tua A, yang pemilik toko emas.
‘’Tetapi wajar juga beliau marah, karena si Fulan sudah keterlaluan membuka aib pribadi Presiden,'’ timpal lelaki tua B, yang pengusaha garmen.
‘’Kalau si Fulan memang berjiwa besar, seharusnya dia tidak begitu,'’ ujar lelaki tua C, yang pemilik toko bahan campuran.
Sebagai anggota DPR RI yang sudah dipecat oleh partainya, kata lelaki tua C, si Fulan seharusnya berbesar hati mengundurkan diri dan menerima Surat Keputusan (SK) pengganti antar-waktu yang ditandatangani Presiden.
‘’Ini malah sebaliknya. Setelah Presiden menandatangani SK penggantian dirinya, si Fulan malah balik membuka aib Presiden. Kalau pun benar Presiden kita itu pernah menikah sebelum masuk Akademi Militer, tidak sepantasnyalah aib itu dibeberkan, apalagi belum tentu benar,'’ tutur lelaki tua C.
‘’Selain itu, ini kan tidak ada hubungannya dengan kepentingan publik. Sampai sekarang juga belum pernah ada perempuan yang mengadukan Presiden kita karena diceraikan atau ditelantarkan misalnya,'’ celutuk lelaki tua D, yang pemilik toko olahraga.
Setelah menyeruput susu putihnya, dia melanjutkan ucapannya, bahwa Presiden Indonesia adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
Sebagai kepala negara, katanya, Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia, sedangkan sebagai kepala pemerintahan, Presiden dibantu oleh menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan sehari-hari.
‘’Sebagai Presiden dan simbol negara, siapa pun rakyat Indonesia, tidak boleh dan tidak sepantasnya membuka aib apalagi dengan maksud ingin ‘menjatuhkan’ Presiden,'’ paparnya.
‘’Agama juga melarang kita membuka aib orang lain,'’ ujar lelaki tua B, seraya mengulurkan tangannya mengambil bakpao di atas piring dan langsung mengunyahnya.
Lelaki tua A yang sedari tadi diam, mengungkapkan rasa salutnya kepada media massa di AS dan Eropa.
Di Amerika, katanya, saat berkampanye untuk mencalonkan diri kedua kalinya, Presiden Franklin D Roesevelt terjatuh berguling-guling dari
kursi rodanya.
‘’Besoknya, tidak ada satu pun koran di sana yang menulis kejadian itu. Media massa setempat hanya mengulas pidato Presiden,'’ ungkapnya.
Presiden Perancis, Francois Mitterand, pernah diisukan memiliki anak di luar nikah, tetapi media-media yang sudah punya nama dan besar pengaruhnya, tidak ada yang menulis apalagi mengupas tuntas masalah pribadi seperti itu.
‘’Itu karena media massa di sana sudah dewasa dan menghormati lembaga Presiden. Sebaliknya, media massa akan berlomba-lomba menyoroti kalau Presiden berbohong, korupsi, atau mengeluarkan kebijakan yang merugikan rakyat, negara, atau negara lain,'’ papar lelaki tua A.

Sanksi Sosial

Setelah menghabiskan kopi susunya dan meminum sedikit air putih, lelaki tua B menimpali, akan sangat wajar kalau Presiden yang korupsi, yang mengeluarkan kebijakan merugikan rakyat atau negara lain, yang di kemudian hari diketahui ternyata berbohong, serta yang melakukan praktik kolusi dan nepotisme, mendapat sorotan dari media massa dan mendapat sanksi sosial dari masyarakat.
‘’Sanksi sosial jauh lebih berat dibanding sanksi hukum dan perundang-undangan, karena masyarakat akan menghujat, mencaci, memaki, dan mengutuk. Sulit sekali mengembalikan nama baik kalau masyarakat sudah menjatuhkan sanksi sosial,'’ tuturnya.
Setelah berbicara, ia berdiri dan berjalan menuju kasir untuk membayar semua minuman dan kue yang diminum dan dimakan bersama tiga sahabatnya. Setelah itu, mereka meninggalkan warung kopi dan kembali berjalan santai sambil ngobrol menuju rumah masing-masing. Kebetulan rumah mereka memang tidak terlalu berjauhan, karena berada di kawasan pertokoan.

Makassar, 29 Juli 2007

(Dimuat di harian Pedoman Rakyat,
Makassar, Senin, 30 Juli 2007,
rubrik “lanskap”, halaman 4)

Posted in Carita-caritana | No Comments »

akoe rindoe makassarkoe yang doeloe…

July 30th, 2007 by toekangmoesik

Sorry temans kalo aku memanfaatkan ruang ini untuk bernostalgia. Bukannya aku benci perubahan atau kemajuan, tapi sekedar melepas kerinduan.

Sudah hampir 45 tahun sejak aku lahir di sini, di kota daeng. Sudah banyak perubahan yang melintas di kota ini. Mulai dari Walikotanya yang sudah berganti beberapa kali. Sampai revitalisasi pantai Losari tempat aku dulu suka mandi-mandi dan pernah tertusuk bulu babi.

Kalau mau dirunut secara urut, di jalan Ahmad Yani saja sangat banyak perubahan yang terjadi.Kkantor Walikota sekarang dulunya adalah bekas Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Di depannya yang sekarang jadi gedung BRI dulunya ada Grand Hotel, hotel yang terbesar di Makassar waktu itu. Di depan RRI jalan Riburane dulu ada toko bernama HOYA, yang jualan mainan dan perlengkapan anak-anak. Sekolah SD Nusantara dulu adalah International Club (IC) Krida Marannu, tempatnya masyarakat kelas atas berdansa. Terus di samping Kantor PLN jalan Ahmad Yani pas di depan tusuk sate jalan Kajaolaliddo ada toko Mickey Mouse. Lebih ke Timur, dulu di situ berdiri bangunan penjara (LP) sekarang sudah jadi pertokoan.

Saya dulu senang sekali nonton filem di bioskop Madya di jalan Kajaolaliddo. Bioskop ini dulunya memutar khusus filem Indonesia. Saya dulu nonton filem Romi dan Yuli yang dibintangi Rano Karno dan Yessy Gusman di bioskop ini. Dulu juga ada bioskop Jaya dan bioskop Dewi di jalan G. Bulusaraung yang khusus memutar filem India (Bollywood). Waktu kecil saya pernah nonton filem “Hare Rama, Hare Krisna” di bioskop Dewi.

Sekarang kita juga sudah kehilangan bioskop Benteng yang berubah menjadi klab malam “Colors” di jalan Ujung Pandang. Di sampingnya, yang kini jadi Hotel Pantai Gapura dulu ada Wisma Ria, klab malam. Sedangkan di sebelah Utara kantor Popsi dulu ada Taman Bahari, tempat saya belajar berenang sewaktu SMP. Juga tempat anak muda bikin pesta disko setiap malam Minggu.
Di sebelah Utara Taman Bahari ada “Jambas” (jambatang bassia) tempat orang mancing tapi kalau malam berubah menjadi tempat mangkal wts…

Dulu di jalan Sungai Saddang ada Hotel Negara, juga terkenal dengan gedung pertemuannya yang sering digunakan untuk pesta perkawinan sampai pentas musik. Sekarang sudah jadi pertokoan Latanete Plaza. Kantor Polantas di Jalan Ratulangi sekarang jadi Hotel Sahid Jaya Makassar dan Mall Ratu Indah.

Dan masih banyak lagi yang saya sendiri hampir sudah lupa. Kalau temans ada yang masih ingat mungkin bisa ditambahkan lagi di sini. Tapi yang jelas bukan untuk menuding, mengeritik, atau menyesali pembangunan yang terjadi di kota kita ini.

Dan kini, Karebosi, temans. Lapangan terbesar di Makassar itu juga mau direvitalisasi katanya. Kalau kita lihat maketnya sih amat menjanjikan, amat moderen. Entah kalau sudah jadi apakah saya masih bisa jalan-jalan ke sana dengan gratis atau harus bayar? Kalau lapangan terbesar di Makassar itu sudah jadi mall, saya malah khawatir semakin sulit kita mencetak pemain PSM sekelas Ramang.

Saya masih sulit membayangkan bagaimana wujud kota Makassar ini ketika menginjak usia 400 tahun nanti. Apakah saya masih dapat menyaksikannya atau tidak. Wallahualam.

salam,
toekangmoesik.multiply.com

Posted in Carita-caritana | No Comments »

Mau Jadi Fotografer ?

July 3rd, 2007 by daengleo

Loker

Posted in Carita-caritana | No Comments »

nonton bareng timnas dipiala asia

June 21st, 2007 by odhytawwa

ass…
dekat mi piala asia …
nda ada acara nonbarnya blogger makassar kah ?
adain dong, acara nonton bareng piala asia, yang main kan timnas indonesia, timnas sendiri…sebagai warga indonesia harus ikut mendukung dan menonton..
jangan cmn nonton bareng piala dunia aja….timnas sendiri juga dong
lagian ada ji syamsul “nedved” haeruddin main di timnas

yang suka nonton bola, angkat tangan!!! bilang sayaaa

Posted in Carita-caritana | 10 Comments »

« Previous Entries