Komunitas Blogger Makassar

akoe rindoe makassarkoe yang doeloe…

July 30th, 2007 by toekangmoesik

Sorry temans kalo aku memanfaatkan ruang ini untuk bernostalgia. Bukannya aku benci perubahan atau kemajuan, tapi sekedar melepas kerinduan.

Sudah hampir 45 tahun sejak aku lahir di sini, di kota daeng. Sudah banyak perubahan yang melintas di kota ini. Mulai dari Walikotanya yang sudah berganti beberapa kali. Sampai revitalisasi pantai Losari tempat aku dulu suka mandi-mandi dan pernah tertusuk bulu babi.

Kalau mau dirunut secara urut, di jalan Ahmad Yani saja sangat banyak perubahan yang terjadi.Kkantor Walikota sekarang dulunya adalah bekas Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Di depannya yang sekarang jadi gedung BRI dulunya ada Grand Hotel, hotel yang terbesar di Makassar waktu itu. Di depan RRI jalan Riburane dulu ada toko bernama HOYA, yang jualan mainan dan perlengkapan anak-anak. Sekolah SD Nusantara dulu adalah International Club (IC) Krida Marannu, tempatnya masyarakat kelas atas berdansa. Terus di samping Kantor PLN jalan Ahmad Yani pas di depan tusuk sate jalan Kajaolaliddo ada toko Mickey Mouse. Lebih ke Timur, dulu di situ berdiri bangunan penjara (LP) sekarang sudah jadi pertokoan.

Saya dulu senang sekali nonton filem di bioskop Madya di jalan Kajaolaliddo. Bioskop ini dulunya memutar khusus filem Indonesia. Saya dulu nonton filem Romi dan Yuli yang dibintangi Rano Karno dan Yessy Gusman di bioskop ini. Dulu juga ada bioskop Jaya dan bioskop Dewi di jalan G. Bulusaraung yang khusus memutar filem India (Bollywood). Waktu kecil saya pernah nonton filem “Hare Rama, Hare Krisna” di bioskop Dewi.

Sekarang kita juga sudah kehilangan bioskop Benteng yang berubah menjadi klab malam “Colors” di jalan Ujung Pandang. Di sampingnya, yang kini jadi Hotel Pantai Gapura dulu ada Wisma Ria, klab malam. Sedangkan di sebelah Utara kantor Popsi dulu ada Taman Bahari, tempat saya belajar berenang sewaktu SMP. Juga tempat anak muda bikin pesta disko setiap malam Minggu.
Di sebelah Utara Taman Bahari ada “Jambas” (jambatang bassia) tempat orang mancing tapi kalau malam berubah menjadi tempat mangkal wts…

Dulu di jalan Sungai Saddang ada Hotel Negara, juga terkenal dengan gedung pertemuannya yang sering digunakan untuk pesta perkawinan sampai pentas musik. Sekarang sudah jadi pertokoan Latanete Plaza. Kantor Polantas di Jalan Ratulangi sekarang jadi Hotel Sahid Jaya Makassar dan Mall Ratu Indah.

Dan masih banyak lagi yang saya sendiri hampir sudah lupa. Kalau temans ada yang masih ingat mungkin bisa ditambahkan lagi di sini. Tapi yang jelas bukan untuk menuding, mengeritik, atau menyesali pembangunan yang terjadi di kota kita ini.

Dan kini, Karebosi, temans. Lapangan terbesar di Makassar itu juga mau direvitalisasi katanya. Kalau kita lihat maketnya sih amat menjanjikan, amat moderen. Entah kalau sudah jadi apakah saya masih bisa jalan-jalan ke sana dengan gratis atau harus bayar? Kalau lapangan terbesar di Makassar itu sudah jadi mall, saya malah khawatir semakin sulit kita mencetak pemain PSM sekelas Ramang.

Saya masih sulit membayangkan bagaimana wujud kota Makassar ini ketika menginjak usia 400 tahun nanti. Apakah saya masih dapat menyaksikannya atau tidak. Wallahualam.

salam,
toekangmoesik.multiply.com

Posted in Carita-caritana |

Leave a Comment

daeng

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.