Komunitas Blogger Makassar

BusWay di MCZ

January 17th, 2007 by biSoT

isunya dagh basi kali, ah sekadar share ajalah

Melihat aksi demonstrasi mogok oleh para supir angkot/pete2 di Makassar sedikit banyak telah menggelitik pertanyaan.

Keuntungan apa yg diperoleh oleh para supir anbkot itu dgn show of force mogok dan menelantarkan masyarakat pengguna jasa mereka. Yang pasti masyarakat yg terlantar tsb merasa kesal dan emosi krn mobilitas atau aktifitas mereka menjadi terhambat. Ini kontraproduktif dlm upaya penggalangan dukungan yg sebenarnya dibutuhkan oleh para supir tsb. Idealnya show of force spt ini di agendakan lebih baik oleh para supir tsb. Bukankah mereka anggota Organda, kenapa mereka mau mengorbankan pendapatan mereka hari itu untuk melakukan pekerjaan yg seharusnya menjadi tugas perwakilan mereka di Organda?. Singkatnya, demonstrasi dgn menggunakan show of force baik dilakukan oleh supir angkot atau mahasiswa sekalipun tidak akan efektif jika tidak dibarengi pula oleh “tim meja” atau perwakilan yg menyampaikan aspirasi mereka.

Sebagai warga Makassar saya juga kaget dgn adanya rencana bus way di Makassar. Menurut saya, setidaknya dibutuhkan kajian dan sosialisasi sebelum proyek tsb benar2 berjalan.
Maksud saya, sebelum proyek bus way berjalan seharusnya sudah ada kajian apakah bus way merupakan solusi pemecahan masalah kesemrawutan lalu lintas kota Makassar. Berapa besar kerugian akibat kemacetan dimakassar dan apa skenario pemkot untuk mengatasi masalah tersebut. Jika tidak ada kajian tsb maka bus way hanyalah “proyek” dan bukan “solusi”.

angkutan massal yg baik akan menunjang tumbuhnya perekonomian kota. Warga akan lebih mudah berpergian tanpa terhambat kemacetan. Hal tsb dapat berdampak pd turunnya penggunaaan kendaraan pribadi termasuk motor sehingga kemacetan diharap dapat berkurang. bus way sebagaimana moda angkutan massal juga membutuhkan subsidi sebagaimana moda angkutan massal lainnya. Lihat berapa besar subsidi Pemda DKI terhadap bus way. subsidi bertujuan untuk menekan biaya operasional sehingga berefek pada besaran tarif yg diterapkan pada bus way. Jika tidak disubsidi maka bus way hanya akan menjadi moda angkutan ekslusif dgn tarif yg bebas, yah seperti taksi dalam bentuk bus. apakah Pemkot Makassar telah menyediakan subsidi tsb? berapa besar pertahun? apakah tidak ada agenda lain yg lebih urgent untuk disubsidi? pembangunan drainase untuk mengatasi banjir misalnya karena seindah apapaun dan sebagus apapun trasportasi kota, sepanjang banjir masih menghantui maka . Ini semua akan terkait dengan grand design kota Makassar hingga 10 tahun mendatang, jgn sampai ganti pucuk pimpinan berganti pula kebijakan. Katanya mau mengubah image kota makassar dari hanya “Gerbang Indonesia Timur” menjadi “living room” nah apakah proyek bus way memang sudah ada dalam grand design tsb?

Yah belum lagi pertanyaan standard yg wajib dijawab, yah 3A.
- Availaibility (ketersedian);
- Affordability (segi keterjangkauan harga);
- Accessibility (segi aksesnya bagaimana).

Availaibility mempertanyakan berapa banyak armada bus way yg akan ditargetkan, mengenai rute dlsb karena ini menyangkut pula Acessibility, mengenai affordability selain mempertanyakan besaran tarif harga juga mengkaji efektifitas dari segi keperluan, jika dalam trayek yg direncanakan telah beroprasi moda angkutan lainnya (angkot/Damri dlsb) maka apakah keberadaan bus way di trayek jalan tsb effektif? bagaimana dgn moda angkutan lain yg akan menjadi pesaing bus way? dlsb.

Yah pertanyaan2 diatas hanya melengkapi daftar pertanyaan yg sudah sering kita dengar, pertanyaan yg wajar mengingat Wajah kota Makassar yg akan datanglah yg menjadi taruhannya.

Posted in Carita-caritana |

3 Responses

  1. HighGround Says:

    1. Demo adalah show of force, dengan mengorbankan masyarakat (dan nama mereka in the end) Sopir Pete’2 memilih untuk menunjukkan otot mereka dgn cara ini. Saya pikir ini tidak lebih buruk dengan mahasiswa yg bakar ban di tengah jln Urip dan bikin macet. Persepsi is one problem, didengarkan itu yg utama (bedeeng).

    2. Setuju untuk pengorganisasian ‘gerakan’ mereka, masalahnya di Indonesia (and mostly in most part of d world) lebih gampang ‘membunuh’ utusan dibanding menghadapi demonstran langsung.Selama suara mereka satu sy pikir kok tak mengapa.

    3.Rencana busway di MKS? iya dan tidak. Iya karena kenyataannya itu memang nyaman dan cepat, konsep awalnya (di Amerika Selatan) sgt bagus. Sebuah alternatif MRT (Mass Rapid Transportation) yang sangat murah dibandingkan Kereta Layang apalagi Subway.

    Sebagai sebuah sistem untuk wilayah kota yg besar (Besarki makassar itu’e kalo dihitung luasnya)dan sebagai kota yg berkembang sgt cepat MKS membutuhkan alternatif transportasi yg teratur (dan murah).

    Tidak, bukan karena bisa menggusur Pete’2 (yg jalurnya diambil) tapi ini lahan korupsi yg sangat mantab!!! Bayangkan sebuah perusahaan dibiayai oleh negara, dipermudah izinnya, diberikan infrastruktur secara gratis (jalan, halte, jembatan dsb) untuk kemudian diberikan kepada Swasta (mind u Transjakarta itu bahkan bukan BUMD CMIIW) dan kemudian yg lebih hebatnya lagi bukannya nyetor ke Negara (Daerah) malah operasionalnya akan dibiayai pula oleh Negara!!!

    Sampai sekarang anggaran yg dikeluarkan untuk pembangunan koridor VII itu simply melewati 500 M! Bayangkan sebuah perusahaan diberikan modal awal 500M (belum dihitung hak pemakaian jalan. Dan hebatnya yg bikin tidak habis pikir lagi ternyata (dan sy sebagai pemake jg baru tau) ternyata para penumpang disubsidi. So bayaran Rp. 3500 itu ternyata masih disubsidi perpenumpang. Jadi tantammitu, dibelikang bis, dibangunkang halte sama jembatan, masih dibayar lagi untuk operasional, uang gratis semua!!

    Pertanyaannya kok perushaan Bis AC Swasta masih bisa hidup dgn tarif yg sama???? dan Kok yg disubsidi perpenumpang, kalau memang DPRD Jakarta sudah begitu bodohnya mau memberikan subsidi ya jangan per penumpang dong, tapi per trip (istilanya supir per-rit). Karena penuh tidak penuh operasional bis sama-dengang ji (relative).

    Paling malas sebenarnya membandingkan dgn pulau kecil diutara, ketika kita bisa naik Subway dengan hanya 1 $ Sing (=6000) lebih mahal?? hehehe bandingkammi investasi konstruksi pluussss kenyamanan dan ketepatannya. Diblenderji Busway.

    Moral of the storynya samaji, pelajari dulu, uji ke masyarakat, transparan baru jalan.

    So there u go, my 2 cents . . . sory kalo esmosi lagi setress :p

  2. indy Says:

    edi sud, rahmat kartolo… maksud lo?

  3. biSoT Says:

    to HighGround wkkkk manis abizz, easy listening in critical view, posting dunks, biar tambah rame. Buah pikirannya tajam kok saya suka.

    Peace cezz

    to Indy:
    wkkkk deugh mojang priangan, kumaha damang? :P

Leave a Comment

pisangijo

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.