1 Muharram; Tahun Baru Hijriyah
astaqauliyah
TANGGAL 20 Januari ini bertepatan dengan penanggalan 1 Muharram 1428 Hijriyah. Dalam tradisi Islam, 1 Muharram dianggap sebagai Tahun Baru, karena historioritasnya yang sangat berakar memulakan perjalanan Islam. 1 Muharram Tahun Gajah, dihitung sebagai tahun 1 Hijriyah.
Lantas, bagaimana memaknai Tahun Baru ini?
Banyak pihak angkat bicara. Sebagian menganggap bahwa tidak ada yang mesti diistimewakan pada setiap pergantian tahun, baik Hijriyah maupun Masehi. Namun sebagian lainnya beranggapan bahwa kaum Muslim berhak merayakan Tahun Baru ini seperti juga (kebanyakan) kaum non-Muslim merayakan Tahun Baru Masehi (1 Januari). Pro kontra seperti ini terus mewarnai setiap pergiliran tahun di tengah-tengah kita. Hampir semua realitas menggambarkan betapa sangat sedikit ruang-ruang kontemplasi yang kita sisakan untuk merenungi kembali setiap jejak masa lalu kita (tentunya di tahun lalu) untuk kemudian memperbaikinya pada masa mendatang. Momentum evaluatif dan kontemplatif ini, seringkali berkenaan dengan saat-saat pergantian tahun (baik Masehi maupun Hijriyah). Lantas?
Secara pribadi, saya tidak hendak terjebak pada kedua kutub perseteruan itu. Mungkin -hemat- saya, harus banyak bersyukur atas segala nikmat-Nya, juga untuk segera melakukan evaluasi agar tahun2 mendatang bisa lebih “manusia”. Amien.
“Selamat Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1428 H-20 Januari 2007 M“
Saya,
http://astaqauliyah.blogspot.com
Posted in Carita-caritana, Ucapan-ucapan |
